28 C
Batusangkar
Kamis, Januari 27, 2022

Akan Ku Kejar Cita-Citaku Walau dalam Pandemi

Oleh : NURUL SAKINAH (X Keagamaan 1)
Juara 1 Lomba Menulis MAN 2 Tanah Datar Kategori Cerpen

“Sebanyak 14.302 orang telah terjangkit Corona dan kami harapkan agar tidak mengabaikan protokol kesehatan stay at home and stay safe”. Pagi itu, terdengar olehku suara TV dan aku langsung menuju TV. Aku sangat kaget dan sedih negeri ini ditimpa musibah, ribuan orang meninggal dunia dan ribuan orang menderita, tidak bisa ku menahan tangis dan kesedihan dalam hati ini, aku merasa iba kepada mereka yang harus berhenti bekerja dan mencari nafkah diluar rumah, harus tetap dirumah, bagaimana dia menafkahi keluarganya lagi?

“Dek, kamu kenapaaa?” tanya kakakku sambil tertawa, karena dia mengejekku menangis.

“iiiih kakak, aku sedih lihat berita yang ada di tv kak”, ucapku mengusap-usap mataku.

“Ooohhh,iyaa. kakak juga sedih tapi kita berdo’a aja ya yang terbaik untuk negeri ini,” ujar kakakku

        Akupun segera pergi mandi dan sarapan. Setelah itu aku main handphoneku. Sekarang aku telah kelas 9 MTs dan akan melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah.

“Yahh…kok pendaftarannya online ya? kan gak seru,” aku ngoceh-ngoceh sendiri sambil cemberut.

“Nak, kamu kenapa?” tanya ibu padaku

“Ini Bu,kok pendaftarannya online sih Bu? Nurul kan jadi ribet kalau kaya gini.”

“Nak, sekarang kan pandemi. Jadi, harus ikutin protokol kesehatan, dan sesuai dengan SE dari bupati, belum boleh ngumpul-ngumpul,” ucap ibu berusaha meredakan amarahku.

“Iya Bu, tapi Nurul gak ngerti cara onlinenya Bu”

“Coba deh kamu baca-baca lagi apa aja syaratnya, trus minta tolong sama guru yang ada di MTs”

“ummm….iya deh bu, nanti Nurul coba tanya.”

     Aku langsung chat guru MTsku,untuk minta tolong padanya.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Buu” aku mengucap salam kepada guruku itu, ya sebagai murid kita kan harus sopan kepada guru dan kepada siapapun.

“Wa’alikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh, iyaa ada apa Nurul?”

“Begini bu, berhubung  masa pandemi ini bu, sekolah-sekolah mendaftar secara online bu, jadi Nurul nggak bisa mendaftar secara online bu, takutnya salah atau gimana bu.”

“ohhh iyaa…iyaa…Nurul datang aja yaa ke sekolah besok siang”

“Baik bu, terimakasih Bu.”

        Aku akhirnya lega, karena bisa segera mendaftarkan diri ke sekolah yang aku inginkan. Aku langsung menghampiri ibuku.

“Bu,besok Nurul mau ke sekolah ya Bu,mau masukin data-data buat sekolah baru Nurul hehehe,”aku mengatakannya dengan senang hati.

“iya…iya..yaudah persiapkan dulu, syarat-syarat yang akan dibawa buat besok ke sekolah” ujar ibu padaku

“baik bu”

Semuanya telah selesai. Keesokan haripun aku segera pergi ke sekolah, dan aku ke sekolah diantar oleh ayahku. Yaa,karena aku belum bisa bawa motor, jadi kalau kemana-mana ayah yang antar deh hehe.

“Ayah..ayah..anterin Nurul sebentar ke sekolah ya ayah”

“Mau ngapain ke sekolah?” ucap ayahku heran, kan aku udah lama gak ke sekolah.

“Mau masukin syarat-syarat buat sekolah di MAN yah”

“yaudah ayok,” ayahpun menaiki motornya.

“Ibu, aku pamit dulu yaa bu.”Aku bersalaman kepada ibu.

“iya,hati-hati yaa”ucap ibu kepadaku.

       Sesampainya di sekolah, aku lihat tidak ada seorangpun di sana. Tampak sunyi dan ada alat-alat bangunan, seperti genteng dan lain-lain, karena sekolahku akan direnovasi.

“Yah,coba deh kita pergi ke rumah gurunya aja yah, barangkali masih di rumah yah”

“Yaudah iya”

Aku dan ayahpun segera pergi ke rumah guruku. Kebetulan rumah guruku itu gak jauh dari sekolah. Sesampainya di rumah guruku, aku langsung mengetuk pintu rumahnya.

“Ibuk, Assalamu’alaikum buu,” salam yang pertama belum dijawab ibuknya lalu aku coba sekali lagi

“Assalamu’alaikum buuk,” teriak ku dari rumah lantai satu ibuk itu.

“iya..iya.. Wa’alaikumussalam” Alhamdulillah guruku akhirnya menjawab salamku,heheh.

“Ibuk,tadi ana udah ke sekolah buk,tapi gak ada orang buk”

“Yah?kan tadi udah ibuk WhatsApp pergi kesekolah jadinya jam 09:00”guruku melihatkan chatnya padaku.

“Astaughfirullahal’adzim buuk,ana kan gak ada kuota buk,hehe,tadi dirumah ana pake hostpot ibu buk,hahah.” ucapku sambil tertawa dong,heh.

“haha..pantesan ya, centang satu terus,eh iya Nurul kunci sekolahnya bukan sama ibuk,tapi sama Ustadz Adi,coba ibuk telfon dulu yaa Ustadznya,eh iya Nurul kesini sama siapa?”

“sama ayah buk,tuh ayah Ada dibawah buk”aku melihat kebawah

“yaudah ibuk telfon ustadznya dulu ya?”

“eh iya bu,silahkan bu”ucapku pada ibuk.Aku mendengar saja apa yang dibicarakan ibuk kepada ustadz, kebetulan ustadz Adi itu adalah pembina asrama putra.

“Nurull,Ustadznya pulang kampung,kuncinya dititip sama pengurus sekolah,nanti minta aja yaa sama buk pengurusnya,ibuk mau siap-siap dulu,okee?” ujar ibuk kepadaku.

“Oke buk,nanti Nurul tunggu di sekolah aja yaa buk” aku kemudian bersalaman dengan ibuk.

       Kemudian aku menghampiri ayah dan kamipun pergi kesekolah kembali.

“Tadi ibuk bilang apa?”

“Tadi ibuk bilang kuncinya ada dipengurus sekolah yah,eh ayah tu dia ibuknya,Nurul turun disini aja yah” sambil menunjuk ibuk pengurus itu.

“eh iya,hati-hati ya,nanti kalau udah pulang telfon aja yaa”

“iyaa yah,makasih yaa” aku bersalaman dengan ayah,dan ayah pun pergi.

     Aku segera menghampiri Ibu pengurus itu lalu aku memanggilnya…

“Ibukkkk…”aku bersalaman dengan ibuk itu.

“eh Nurul apa kabar Udah lama enggak ketemu ya?”ibuk itu melirik kepadaku,tatapan matanya itu seperti memendam rindu kepadaku,hehe.

“Iya buk, Alhamdulillah sehat.Ibuk gimana kabarnya buk? iya buk,udah lama enggak ketemu kan buk,pandemi covid 19 ini udah makin banyak yang terkonfirmasi positif buk jadi,nggak keluar rumah deh buk.”

“Iya sih Nurul.Ehhh iya,ngomong-ngomong Nurul ngapain ke sekolah?”

“Nurul mau daftar sekolah secara online buk di tolong sama Buk Putri buk.Nurul kurang ngerti buk, gimana cara mendaftar sekolah secara online buk.” aku mengatakannya dengan ketawa malu.

“Oh ya udah kalau gitu,Nurul beranikan di sekolah sendiri? ibuk ada urusan bentar.Tunggu Buk Putri di sini aja ya?ibuk bukain pintunya,ntar titip aja kuncinya sama Ibuk Putri.” ujarnya sambil membukakan pintu ruang guru.

“Iyaa buk,Nurul insyaAllah berani kok buk.”

“Yaudah ibuk pergi dulu ya, Assalamu’alaikum Nurul”

“Iyaa buk, Wa’alaikumussalam buk”

      Aku ditinggal sendiri disekolah,kemudian aku masuk keruang guru tersebut.Aku menyalakan WiFi sekolah,yang kebetulan aku mengetahui passwordnya dan aku telah izin kok ke Buk Putri.

Tidak lama setelah itu Buk Putri pun Sampai dengan suaminya,kebetulan suaminya itu,guru kami juga.

“Hati-hati ya ustadz” ujarku kepada suaminya Buk Putri

“Eh yaudah masuk yok Nurul,lebih cepat lebih baik,hehe”

kami berjalan menuju kantor atau ruang guru.Dan sampai didalam ruangan ibuk menanyakan kepadaku…

“Nurul masuk jalur reguler atau prestasi?” sambil membuka laptop dan membuka link pendaftarannya.

“Nurul masuk jalur reguler buk.”

“Kenapa gak jalur prestasi Nurul?” ekspresi ibuk penuh dengan tanda tanya.

“Nurul terlambat buk,hehe”

“Usaha apa aja yang udah Nurul persiapkan untuk sekolah di MAN?”

“Nurul masih trauma dengan tidak diterimanya Nurul di sekolah dulu buk,di pilihan pertama Nurul buk.jadi,Nurul akan berusaha di sekolah pilihan Nurul yang kedua ini buk. Nurul tetapkan hati Nurul untuk masuk ke sini buk,karena walaupun di masa pandemi ini,Nurul tetap semangat mencari informasi-informasi tentang sekolah tersebut buk.Nurul ingin mencapai cita-cita mulai dari sekolah ini buk Insya Allah Nurul bakalan berusaha semaksimal dan semampu Nurul untuk diterima di sekolah itu buk.” Ujarnya dengannya penuh harap.

“Aamiin” ujar Ibuk ku itu.

“Eh iya siapa aja yang satu sekolahan sama Nurul teman Mts?” sambung Buk Putri.

“Hayati dan Ainul buk” ucapku menoleh ke ibuk.

“oohh gitu toh”

“Iyaaa buk”

      Setelah memasukkan semua data-data dan persyaratannya kami pun pulang.Ternyata ayah telah menunggu diluar pagar.

“Ibuk, terimakasih yaa ibuk,udah bantu Nurul” ujarku sebelum ke luar pagar.

“Iyaa sama-sama,semoga diterima yaa Nurul”

“Aamiin,yaudah buk Nurul pulang yaa buk,ibuk hati-hati buk.Tadi ibuk pengurus berpesan buk,supaya kuncinya dititip ke ibuk aja buk”

“Iyaa Nurul”

“Buk,Nurul duluan yaa buk, Assalamu’alaikum buk” Ucapku sambil bersalaman.

“Iyaa, Wa’alaikumussalam”

        Aku dan ayahku pun segera pulang dan aku mampir dulu sebelum pulang untuk membeli masker.Sesampainya di rumah aku ditanya oleh ibuku.

“Assalamu’alaikum,Bu” aku masuk rumah.

“ Wa’alaikumussalam”

“Bu,tadi di pendaftarannya alhamdulillah lancar dan tinggal menunggu hasilnya lagi bu”

“Yang sabar yaa menunggu hasilnya,do’a terbaik buat Nurul” ucap ibu memelukku.

“Terimakasih ibuu”

1 Minggu kemudian…

    Sekarang hari pengumuman diterima atau tidaknya siswa-siswi di MAN tersebut, aku sudah tidak sabar lagi menunggu tentang penerimaan murid baru itu.Apakah Namaku ada di list itu atau tidak?.Aku sangat Deg-degan menantikan pengumuman itu. Dari pagi aku menunggu pengumumannya itu di Instagram,Tetapi,tidak ada pemberitahuannya sama sekali.

“Krriiiing….Kriiiiing….Kriiing” Handphoneku berbunyi dan itu panggilan dari ibunya temanku,Hayati.

“Halo, Assalamu’alaikum buk?” aku yang saat itu lagi panik dan sibuk,karena kakakku pergi kepasar dan dia menitipkan anaknya padaku.

“ Wa’alaikumussalam Nurul,Nurul dan Hayati Alhamdulillah diterima Di MAN,harus sekarang daftar ulangnya,kalau tidak dinyatakan gugur” ibu temanku sangat khawatir, kebetulan ibunya temanku adalah temannya ibuku juga,hehhe.

“Wahh MaasyaAllah buk,dari tadi Nurul tidak melihat berita di Instagram buk.”ucapku panik,dan kepanikanku bertambah ketika ponakanku menangis.

“Iyaa,tadi pengumumannya di WEB MAN itu Nurul”

“Ohh yaa iyaa buk” ucapku juga panik.

“Ibuk udah bilang kok sama ibu kamu,kalau nanti sebelum zuhur jam 12 kita pergi ke MAN,karena kalau udah jam 3 kita nggak bisa daftar ulang lagi”nada ibu temannya aku itu panik.

“ehh iyaa buk iyaa,Nurul mau siap-siap dulu buk”

“iyaaa”

“Assalamu’alaikum buk”

“Wa’alaikumussalam”

     Aku langsung mematikan telfon itu,dan segera bergegas untuk bersiap-siap. Sebelum jam 12 siang,aku berlari-lari ke tempat mobil yang akan aku pakai untuk pergi ke MAN.Karena aku lama atau rempong  orangny,ibu nyuruh anak temennya buat jemput aku,namanya Fadel.Yaa,aku gak mau naik motor bareng dia lah.

“Nurul,aku disuruh ibu kamu buat jemput kamu” ucapnya gugup.

“Ehhhhh,ga usah makasih yaa, jadi repot.Ana jalan aja,lagian masih deket kok.” ujarku kepadanya

“oh yaudah kalau gitu,kamu jalannya duluan aja ya?”

“baiklah, Terimakasih” aku langsung berlari dan ngos-ngosan.

     Sesampainya di mobil aku langsung masuk mobil,karena takutnya nanti gak keburu.Kan harus jemput Hayati juga.Sesampainya dirumah Hayati.Hayati dan ibunya langsung masuk kedalam mobil.

“Hayatiiiii,ana tadi gak tau kalau pemberitahuannya itu di WEB.”

“Iyaa,aku juga gak tau tadi.Tapi aku coba periksa di WEB deh,eh ternyata ada,eh Ainul gimana,kan dia diterima juga ya kan?”ucap dia girang.

“eh iyaa,bentar yaa,aku telfon dulu.”Kemudian aku menelponnya.

 “Assalamu’alaikum Ainul,anti Alhamdulillah diterima di MAN dan sekarang harus pergi mendaftar ulang,kalau tidak dianggap gugur ty”ucapku dengan gembira,karena bisa satu sekolah lagi.

“Wa’alaikumussalam,iyaa? Alhamdulillah,anti udah pergi ya?”

“udah,ana tunggu di madrasah yaa Ainul”ujarku padanya

“Oke Nurul, Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumussalam Null”

   Perjalanan ke MAN lumayan jauh dari rumah,butuh waktu sekitar 2 jam atau satu setengah jam lebih.Ya,begitulah kalau menuntut ilmu,walaupun dimasa pandemi,tetapi harus tetap semangat untuk pendaftaran ulang demi mengejar cita-cita.Walaupun banyak rintangan yang dihadapi. Sesampainya di MAN ibuku bertanya kepada bapak ibu guru yang ada di sana.

“Pak,numpang tanya,pendaftaran ulang nya dimana ya pak?” tanya ibuku kepada bapak itu.

“Maaf buk,sekarang jam istiraha buk.Silahkan sholat dulu di mushola kalau belum sholat buk.”kata bapak itu kepada kami Kebetulan kami sampai di sana pada waktu dzuhur.

“Oh iya Pak Terima kasih Pak”Ucap ibuku dan ibu temanku.

     Kamipun salat di mushola karena mukena tidak cukup aku,Hayati, ibuku,dan ibunya Hayati bergantian memakai mukenah.Hayati gantian dengan ibunya dan aku gantian dengan ibuku. Ketika setelah selesai salat kami pun ke ruang pendaftaran. Dan Sesampainya di sana,ternyata nama aku tidak terdaftar,padahal telah aku kirimkan semua dataku lewat online.Dan terpaksa aku harus mengulang secara tulisan di sekolah.Aku pun melengkapi semua syarat-syaratnya,tapi satu yang tidak kubawa yaitu NISN dari Kemendikbud.Akuu pusing dong Gimana cara download dan print NISNnya.Jaringannya jelek juga. Tapi aku tidak boleh menyerah, karena Apapun masalahnya kalau dihadapi dengan bismillah pasti akan mudah ke titik Kemudian aku

Apapun masalahnya kalau dihadapi dengan bismillah pasti akan mudah.

“Buk, saya tidak membawa NISN dari Kemendikbud,apakah itu penting untuk sekarang buk?” tanyaku kepada ibuk yang ada diruang pendaftaran itu.

“Oh itu nggak usah dipikirkan cukup isi yang penting-penting saja,asalkan sudah ada di rapor kamu NISNnya” lagi-lagi aku dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan berjasa.

“Baik buk, terimakasih banyak buk.” ucapku gembira.

       Setelah semuanya selesai,aku dan Hayati mengukur baju.Setelah itu kami pun Mencari kots-an dan alhamdulillah mendapatkan tempat yang nyaman dan pemilik kost-annya pun ramah.Setelah mendapatkan kotsan kami pun pulang. Keesokan harinya Kami mendapatkan informasi bahwa seminggu lagi kami akan melaksanakan PLS atau matsama. Jadi,PLS ini adalah masa perkenalan siswa tentang lingkungan sekolahnya.

Satu Minggu kemudian..

       Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba,yaitu bertemu dengan teman-teman baru dan sekolah yang baru. Aku ke sana bersama hayati dan Ainul.Tetapi Ainul dengan ayahnya naik motor. Sesampainya di sekolah,aku mendapatkan teman baru yang bernama Caca,dia itu sangat tomboy. Tapi aku suka berteman dengannya karena dia itu asik. Dan masih banyak teman-teman yang lain.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Diberitahukan kepada siswa-siswi baru Man agar memasuki kelas yang telah ditentukan untuk yang jurusan IPS masuk ke kelas 10 IPS 1, untuk yang jurusan IPA masuk kelas 10 IPA 2, dan untuk jurusan agama masuk ke kelas 10 agama 1”

     Siswa-siswi pun bergegas mencari lokalnya masing-masing.Tetapi,sebelum masuk kelas kami diberi formulir dan wajib kami isi.Setelah mendapatkan kelasnya,kami pun masuk dan duduk dengan tertib di dalam kelas.Tidak lama kemudian kakak OSIM pun datang ke kelas kami. Kami pun berkenalan di kelas. Satu persatu teman-teman maju ke depan kelas untuk memperkenalkan diri mereka. Dan kakak OSIM pun memberi kami games,yaitu menjawab nama teman yang ditunjuk Kakak itu.Jika tidak dapat menjawab,maka diberi hukuman. Pada saat kakak-kakak memberi pertanyaan,teman-teman banyak yang salah dan mendapatkan hukuman termasuk aku, hehehe.

Ya,aku mendapat hukuman menyanyi dan Tahfidz.

      Setelah bersama selesai saatnya pertemuan dengan wali kelas. Wali kelasnya sangat baik. Wali kelas kami itu laki-laki dan kerap dipanggil Ustadz. Jadi Ustadz pun memberikan informasi tentang pembelajaran selanjutnya. Ternyata 3 bulan ke depan Kami belajar secara virtual atau online. Menggunakan WhatsApp, menggunakan zoom, menggunakan classroom, menggunakan telegram, dan lain sebagainya. Pertemuan pun selesai kami sudah diperbolehkan untuk pulang.

“Hayati, liburnya lama banget ya?”ujarku kepada Hayati.

“Iya Nurul.”kami berdua sangat sedih.

     Kami pun segera pulang menggunakan angkutan umum. Dan Sesampai di rumah aku menceritakan kepada ibuku semuanya tentang PLS. Keesokan harinya kami pun berkenalan di WhatsApp. Dan seminggu setelahnya kami pun telah belajar efektif seperti biasanya dan perkenalan pembelajaran. Kami hanya dipertemukan sekali seminggu, untuk meminjam buku di perpustakaan.

“Wahhh, MaasyaAllah,ana rindu kalian”ujarku kepada teman-teman karena Baru pertama kali jumpa. Haru bercampur dengan bahagia, karena bisa bertemu dengan teman-teman.

“iyaa,ana juga” ucap Hillya dan teman-teman lainnya.

Walaupun sekali seminggu menempuh jarak yang sangat jauh demk mendapatkan 1 atau 2 buku tidak apa bagiku.Karena buku  itu adalah jendela ilmu yang akan mengantarkan kita kepada cita-cita jika kita benar-benar memahaminya dan rajin membacanya.

      “aku akan selalu berusaha belajar dan belajar walaupun itu secara online dan virtual. Yang penting ilmu yang kita dapatkan itu adalah keberkahan. Akan ku kejar cita-cita itu walaupun di masa pandemi ini. Walaupun tugas banyak dan bertumpuk setidaknya dikerjakan dengan bismillah.” Gumamku selalu.

“Aku berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan bertemu dengan ustadz dan ustadzah beserta teman-teman di madrasah”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Oleh : NURUL SAKINAH (X Keagamaan 1)
Juara 1 Lomba Menulis MAN 2 Tanah Datar Kategori Cerpen

“Sebanyak 14.302 orang telah terjangkit Corona dan kami harapkan agar tidak mengabaikan protokol kesehatan stay at home and stay safe”. Pagi itu, terdengar olehku suara TV dan aku langsung menuju TV. Aku sangat kaget dan sedih negeri ini ditimpa musibah, ribuan orang meninggal dunia dan ribuan orang menderita, tidak bisa ku menahan tangis dan kesedihan dalam hati ini, aku merasa iba kepada mereka yang harus berhenti bekerja dan mencari nafkah diluar rumah, harus tetap dirumah, bagaimana dia menafkahi keluarganya lagi?

“Dek, kamu kenapaaa?” tanya kakakku sambil tertawa, karena dia mengejekku menangis.

“iiiih kakak, aku sedih lihat berita yang ada di tv kak”, ucapku mengusap-usap mataku.

“Ooohhh,iyaa. kakak juga sedih tapi kita berdo’a aja ya yang terbaik untuk negeri ini,” ujar kakakku

        Akupun segera pergi mandi dan sarapan. Setelah itu aku main handphoneku. Sekarang aku telah kelas 9 MTs dan akan melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliyah.

“Yahh…kok pendaftarannya online ya? kan gak seru,” aku ngoceh-ngoceh sendiri sambil cemberut.

“Nak, kamu kenapa?” tanya ibu padaku

“Ini Bu,kok pendaftarannya online sih Bu? Nurul kan jadi ribet kalau kaya gini.”

“Nak, sekarang kan pandemi. Jadi, harus ikutin protokol kesehatan, dan sesuai dengan SE dari bupati, belum boleh ngumpul-ngumpul,” ucap ibu berusaha meredakan amarahku.

“Iya Bu, tapi Nurul gak ngerti cara onlinenya Bu”

“Coba deh kamu baca-baca lagi apa aja syaratnya, trus minta tolong sama guru yang ada di MTs”

“ummm….iya deh bu, nanti Nurul coba tanya.”

     Aku langsung chat guru MTsku,untuk minta tolong padanya.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Buu” aku mengucap salam kepada guruku itu, ya sebagai murid kita kan harus sopan kepada guru dan kepada siapapun.

“Wa’alikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh, iyaa ada apa Nurul?”

“Begini bu, berhubung  masa pandemi ini bu, sekolah-sekolah mendaftar secara online bu, jadi Nurul nggak bisa mendaftar secara online bu, takutnya salah atau gimana bu.”

“ohhh iyaa…iyaa…Nurul datang aja yaa ke sekolah besok siang”

“Baik bu, terimakasih Bu.”

        Aku akhirnya lega, karena bisa segera mendaftarkan diri ke sekolah yang aku inginkan. Aku langsung menghampiri ibuku.

“Bu,besok Nurul mau ke sekolah ya Bu,mau masukin data-data buat sekolah baru Nurul hehehe,”aku mengatakannya dengan senang hati.

“iya…iya..yaudah persiapkan dulu, syarat-syarat yang akan dibawa buat besok ke sekolah” ujar ibu padaku

“baik bu”

Semuanya telah selesai. Keesokan haripun aku segera pergi ke sekolah, dan aku ke sekolah diantar oleh ayahku. Yaa,karena aku belum bisa bawa motor, jadi kalau kemana-mana ayah yang antar deh hehe.

“Ayah..ayah..anterin Nurul sebentar ke sekolah ya ayah”

“Mau ngapain ke sekolah?” ucap ayahku heran, kan aku udah lama gak ke sekolah.

“Mau masukin syarat-syarat buat sekolah di MAN yah”

“yaudah ayok,” ayahpun menaiki motornya.

“Ibu, aku pamit dulu yaa bu.”Aku bersalaman kepada ibu.

“iya,hati-hati yaa”ucap ibu kepadaku.

       Sesampainya di sekolah, aku lihat tidak ada seorangpun di sana. Tampak sunyi dan ada alat-alat bangunan, seperti genteng dan lain-lain, karena sekolahku akan direnovasi.

“Yah,coba deh kita pergi ke rumah gurunya aja yah, barangkali masih di rumah yah”

“Yaudah iya”

Aku dan ayahpun segera pergi ke rumah guruku. Kebetulan rumah guruku itu gak jauh dari sekolah. Sesampainya di rumah guruku, aku langsung mengetuk pintu rumahnya.

“Ibuk, Assalamu’alaikum buu,” salam yang pertama belum dijawab ibuknya lalu aku coba sekali lagi

“Assalamu’alaikum buuk,” teriak ku dari rumah lantai satu ibuk itu.

“iya..iya.. Wa’alaikumussalam” Alhamdulillah guruku akhirnya menjawab salamku,heheh.

“Ibuk,tadi ana udah ke sekolah buk,tapi gak ada orang buk”

“Yah?kan tadi udah ibuk WhatsApp pergi kesekolah jadinya jam 09:00”guruku melihatkan chatnya padaku.

“Astaughfirullahal’adzim buuk,ana kan gak ada kuota buk,hehe,tadi dirumah ana pake hostpot ibu buk,hahah.” ucapku sambil tertawa dong,heh.

“haha..pantesan ya, centang satu terus,eh iya Nurul kunci sekolahnya bukan sama ibuk,tapi sama Ustadz Adi,coba ibuk telfon dulu yaa Ustadznya,eh iya Nurul kesini sama siapa?”

“sama ayah buk,tuh ayah Ada dibawah buk”aku melihat kebawah

“yaudah ibuk telfon ustadznya dulu ya?”

“eh iya bu,silahkan bu”ucapku pada ibuk.Aku mendengar saja apa yang dibicarakan ibuk kepada ustadz, kebetulan ustadz Adi itu adalah pembina asrama putra.

“Nurull,Ustadznya pulang kampung,kuncinya dititip sama pengurus sekolah,nanti minta aja yaa sama buk pengurusnya,ibuk mau siap-siap dulu,okee?” ujar ibuk kepadaku.

“Oke buk,nanti Nurul tunggu di sekolah aja yaa buk” aku kemudian bersalaman dengan ibuk.

       Kemudian aku menghampiri ayah dan kamipun pergi kesekolah kembali.

“Tadi ibuk bilang apa?”

“Tadi ibuk bilang kuncinya ada dipengurus sekolah yah,eh ayah tu dia ibuknya,Nurul turun disini aja yah” sambil menunjuk ibuk pengurus itu.

“eh iya,hati-hati ya,nanti kalau udah pulang telfon aja yaa”

“iyaa yah,makasih yaa” aku bersalaman dengan ayah,dan ayah pun pergi.

     Aku segera menghampiri Ibu pengurus itu lalu aku memanggilnya…

“Ibukkkk…”aku bersalaman dengan ibuk itu.

“eh Nurul apa kabar Udah lama enggak ketemu ya?”ibuk itu melirik kepadaku,tatapan matanya itu seperti memendam rindu kepadaku,hehe.

“Iya buk, Alhamdulillah sehat.Ibuk gimana kabarnya buk? iya buk,udah lama enggak ketemu kan buk,pandemi covid 19 ini udah makin banyak yang terkonfirmasi positif buk jadi,nggak keluar rumah deh buk.”

“Iya sih Nurul.Ehhh iya,ngomong-ngomong Nurul ngapain ke sekolah?”

“Nurul mau daftar sekolah secara online buk di tolong sama Buk Putri buk.Nurul kurang ngerti buk, gimana cara mendaftar sekolah secara online buk.” aku mengatakannya dengan ketawa malu.

“Oh ya udah kalau gitu,Nurul beranikan di sekolah sendiri? ibuk ada urusan bentar.Tunggu Buk Putri di sini aja ya?ibuk bukain pintunya,ntar titip aja kuncinya sama Ibuk Putri.” ujarnya sambil membukakan pintu ruang guru.

“Iyaa buk,Nurul insyaAllah berani kok buk.”

“Yaudah ibuk pergi dulu ya, Assalamu’alaikum Nurul”

“Iyaa buk, Wa’alaikumussalam buk”

      Aku ditinggal sendiri disekolah,kemudian aku masuk keruang guru tersebut.Aku menyalakan WiFi sekolah,yang kebetulan aku mengetahui passwordnya dan aku telah izin kok ke Buk Putri.

Tidak lama setelah itu Buk Putri pun Sampai dengan suaminya,kebetulan suaminya itu,guru kami juga.

“Hati-hati ya ustadz” ujarku kepada suaminya Buk Putri

“Eh yaudah masuk yok Nurul,lebih cepat lebih baik,hehe”

kami berjalan menuju kantor atau ruang guru.Dan sampai didalam ruangan ibuk menanyakan kepadaku…

“Nurul masuk jalur reguler atau prestasi?” sambil membuka laptop dan membuka link pendaftarannya.

“Nurul masuk jalur reguler buk.”

“Kenapa gak jalur prestasi Nurul?” ekspresi ibuk penuh dengan tanda tanya.

“Nurul terlambat buk,hehe”

“Usaha apa aja yang udah Nurul persiapkan untuk sekolah di MAN?”

“Nurul masih trauma dengan tidak diterimanya Nurul di sekolah dulu buk,di pilihan pertama Nurul buk.jadi,Nurul akan berusaha di sekolah pilihan Nurul yang kedua ini buk. Nurul tetapkan hati Nurul untuk masuk ke sini buk,karena walaupun di masa pandemi ini,Nurul tetap semangat mencari informasi-informasi tentang sekolah tersebut buk.Nurul ingin mencapai cita-cita mulai dari sekolah ini buk Insya Allah Nurul bakalan berusaha semaksimal dan semampu Nurul untuk diterima di sekolah itu buk.” Ujarnya dengannya penuh harap.

“Aamiin” ujar Ibuk ku itu.

“Eh iya siapa aja yang satu sekolahan sama Nurul teman Mts?” sambung Buk Putri.

“Hayati dan Ainul buk” ucapku menoleh ke ibuk.

“oohh gitu toh”

“Iyaaa buk”

      Setelah memasukkan semua data-data dan persyaratannya kami pun pulang.Ternyata ayah telah menunggu diluar pagar.

“Ibuk, terimakasih yaa ibuk,udah bantu Nurul” ujarku sebelum ke luar pagar.

“Iyaa sama-sama,semoga diterima yaa Nurul”

“Aamiin,yaudah buk Nurul pulang yaa buk,ibuk hati-hati buk.Tadi ibuk pengurus berpesan buk,supaya kuncinya dititip ke ibuk aja buk”

“Iyaa Nurul”

“Buk,Nurul duluan yaa buk, Assalamu’alaikum buk” Ucapku sambil bersalaman.

“Iyaa, Wa’alaikumussalam”

        Aku dan ayahku pun segera pulang dan aku mampir dulu sebelum pulang untuk membeli masker.Sesampainya di rumah aku ditanya oleh ibuku.

“Assalamu’alaikum,Bu” aku masuk rumah.

“ Wa’alaikumussalam”

“Bu,tadi di pendaftarannya alhamdulillah lancar dan tinggal menunggu hasilnya lagi bu”

“Yang sabar yaa menunggu hasilnya,do’a terbaik buat Nurul” ucap ibu memelukku.

“Terimakasih ibuu”

1 Minggu kemudian…

    Sekarang hari pengumuman diterima atau tidaknya siswa-siswi di MAN tersebut, aku sudah tidak sabar lagi menunggu tentang penerimaan murid baru itu.Apakah Namaku ada di list itu atau tidak?.Aku sangat Deg-degan menantikan pengumuman itu. Dari pagi aku menunggu pengumumannya itu di Instagram,Tetapi,tidak ada pemberitahuannya sama sekali.

“Krriiiing….Kriiiiing….Kriiing” Handphoneku berbunyi dan itu panggilan dari ibunya temanku,Hayati.

“Halo, Assalamu’alaikum buk?” aku yang saat itu lagi panik dan sibuk,karena kakakku pergi kepasar dan dia menitipkan anaknya padaku.

“ Wa’alaikumussalam Nurul,Nurul dan Hayati Alhamdulillah diterima Di MAN,harus sekarang daftar ulangnya,kalau tidak dinyatakan gugur” ibu temanku sangat khawatir, kebetulan ibunya temanku adalah temannya ibuku juga,hehhe.

“Wahh MaasyaAllah buk,dari tadi Nurul tidak melihat berita di Instagram buk.”ucapku panik,dan kepanikanku bertambah ketika ponakanku menangis.

“Iyaa,tadi pengumumannya di WEB MAN itu Nurul”

“Ohh yaa iyaa buk” ucapku juga panik.

“Ibuk udah bilang kok sama ibu kamu,kalau nanti sebelum zuhur jam 12 kita pergi ke MAN,karena kalau udah jam 3 kita nggak bisa daftar ulang lagi”nada ibu temannya aku itu panik.

“ehh iyaa buk iyaa,Nurul mau siap-siap dulu buk”

“iyaaa”

“Assalamu’alaikum buk”

“Wa’alaikumussalam”

     Aku langsung mematikan telfon itu,dan segera bergegas untuk bersiap-siap. Sebelum jam 12 siang,aku berlari-lari ke tempat mobil yang akan aku pakai untuk pergi ke MAN.Karena aku lama atau rempong  orangny,ibu nyuruh anak temennya buat jemput aku,namanya Fadel.Yaa,aku gak mau naik motor bareng dia lah.

“Nurul,aku disuruh ibu kamu buat jemput kamu” ucapnya gugup.

“Ehhhhh,ga usah makasih yaa, jadi repot.Ana jalan aja,lagian masih deket kok.” ujarku kepadanya

“oh yaudah kalau gitu,kamu jalannya duluan aja ya?”

“baiklah, Terimakasih” aku langsung berlari dan ngos-ngosan.

     Sesampainya di mobil aku langsung masuk mobil,karena takutnya nanti gak keburu.Kan harus jemput Hayati juga.Sesampainya dirumah Hayati.Hayati dan ibunya langsung masuk kedalam mobil.

“Hayatiiiii,ana tadi gak tau kalau pemberitahuannya itu di WEB.”

“Iyaa,aku juga gak tau tadi.Tapi aku coba periksa di WEB deh,eh ternyata ada,eh Ainul gimana,kan dia diterima juga ya kan?”ucap dia girang.

“eh iyaa,bentar yaa,aku telfon dulu.”Kemudian aku menelponnya.

 “Assalamu’alaikum Ainul,anti Alhamdulillah diterima di MAN dan sekarang harus pergi mendaftar ulang,kalau tidak dianggap gugur ty”ucapku dengan gembira,karena bisa satu sekolah lagi.

“Wa’alaikumussalam,iyaa? Alhamdulillah,anti udah pergi ya?”

“udah,ana tunggu di madrasah yaa Ainul”ujarku padanya

“Oke Nurul, Assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumussalam Null”

   Perjalanan ke MAN lumayan jauh dari rumah,butuh waktu sekitar 2 jam atau satu setengah jam lebih.Ya,begitulah kalau menuntut ilmu,walaupun dimasa pandemi,tetapi harus tetap semangat untuk pendaftaran ulang demi mengejar cita-cita.Walaupun banyak rintangan yang dihadapi. Sesampainya di MAN ibuku bertanya kepada bapak ibu guru yang ada di sana.

“Pak,numpang tanya,pendaftaran ulang nya dimana ya pak?” tanya ibuku kepada bapak itu.

“Maaf buk,sekarang jam istiraha buk.Silahkan sholat dulu di mushola kalau belum sholat buk.”kata bapak itu kepada kami Kebetulan kami sampai di sana pada waktu dzuhur.

“Oh iya Pak Terima kasih Pak”Ucap ibuku dan ibu temanku.

     Kamipun salat di mushola karena mukena tidak cukup aku,Hayati, ibuku,dan ibunya Hayati bergantian memakai mukenah.Hayati gantian dengan ibunya dan aku gantian dengan ibuku. Ketika setelah selesai salat kami pun ke ruang pendaftaran. Dan Sesampainya di sana,ternyata nama aku tidak terdaftar,padahal telah aku kirimkan semua dataku lewat online.Dan terpaksa aku harus mengulang secara tulisan di sekolah.Aku pun melengkapi semua syarat-syaratnya,tapi satu yang tidak kubawa yaitu NISN dari Kemendikbud.Akuu pusing dong Gimana cara download dan print NISNnya.Jaringannya jelek juga. Tapi aku tidak boleh menyerah, karena Apapun masalahnya kalau dihadapi dengan bismillah pasti akan mudah ke titik Kemudian aku

Apapun masalahnya kalau dihadapi dengan bismillah pasti akan mudah.

“Buk, saya tidak membawa NISN dari Kemendikbud,apakah itu penting untuk sekarang buk?” tanyaku kepada ibuk yang ada diruang pendaftaran itu.

“Oh itu nggak usah dipikirkan cukup isi yang penting-penting saja,asalkan sudah ada di rapor kamu NISNnya” lagi-lagi aku dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan berjasa.

“Baik buk, terimakasih banyak buk.” ucapku gembira.

       Setelah semuanya selesai,aku dan Hayati mengukur baju.Setelah itu kami pun Mencari kots-an dan alhamdulillah mendapatkan tempat yang nyaman dan pemilik kost-annya pun ramah.Setelah mendapatkan kotsan kami pun pulang. Keesokan harinya Kami mendapatkan informasi bahwa seminggu lagi kami akan melaksanakan PLS atau matsama. Jadi,PLS ini adalah masa perkenalan siswa tentang lingkungan sekolahnya.

Satu Minggu kemudian..

       Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba,yaitu bertemu dengan teman-teman baru dan sekolah yang baru. Aku ke sana bersama hayati dan Ainul.Tetapi Ainul dengan ayahnya naik motor. Sesampainya di sekolah,aku mendapatkan teman baru yang bernama Caca,dia itu sangat tomboy. Tapi aku suka berteman dengannya karena dia itu asik. Dan masih banyak teman-teman yang lain.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Diberitahukan kepada siswa-siswi baru Man agar memasuki kelas yang telah ditentukan untuk yang jurusan IPS masuk ke kelas 10 IPS 1, untuk yang jurusan IPA masuk kelas 10 IPA 2, dan untuk jurusan agama masuk ke kelas 10 agama 1”

     Siswa-siswi pun bergegas mencari lokalnya masing-masing.Tetapi,sebelum masuk kelas kami diberi formulir dan wajib kami isi.Setelah mendapatkan kelasnya,kami pun masuk dan duduk dengan tertib di dalam kelas.Tidak lama kemudian kakak OSIM pun datang ke kelas kami. Kami pun berkenalan di kelas. Satu persatu teman-teman maju ke depan kelas untuk memperkenalkan diri mereka. Dan kakak OSIM pun memberi kami games,yaitu menjawab nama teman yang ditunjuk Kakak itu.Jika tidak dapat menjawab,maka diberi hukuman. Pada saat kakak-kakak memberi pertanyaan,teman-teman banyak yang salah dan mendapatkan hukuman termasuk aku, hehehe.

Ya,aku mendapat hukuman menyanyi dan Tahfidz.

      Setelah bersama selesai saatnya pertemuan dengan wali kelas. Wali kelasnya sangat baik. Wali kelas kami itu laki-laki dan kerap dipanggil Ustadz. Jadi Ustadz pun memberikan informasi tentang pembelajaran selanjutnya. Ternyata 3 bulan ke depan Kami belajar secara virtual atau online. Menggunakan WhatsApp, menggunakan zoom, menggunakan classroom, menggunakan telegram, dan lain sebagainya. Pertemuan pun selesai kami sudah diperbolehkan untuk pulang.

“Hayati, liburnya lama banget ya?”ujarku kepada Hayati.

“Iya Nurul.”kami berdua sangat sedih.

     Kami pun segera pulang menggunakan angkutan umum. Dan Sesampai di rumah aku menceritakan kepada ibuku semuanya tentang PLS. Keesokan harinya kami pun berkenalan di WhatsApp. Dan seminggu setelahnya kami pun telah belajar efektif seperti biasanya dan perkenalan pembelajaran. Kami hanya dipertemukan sekali seminggu, untuk meminjam buku di perpustakaan.

“Wahhh, MaasyaAllah,ana rindu kalian”ujarku kepada teman-teman karena Baru pertama kali jumpa. Haru bercampur dengan bahagia, karena bisa bertemu dengan teman-teman.

“iyaa,ana juga” ucap Hillya dan teman-teman lainnya.

Walaupun sekali seminggu menempuh jarak yang sangat jauh demk mendapatkan 1 atau 2 buku tidak apa bagiku.Karena buku  itu adalah jendela ilmu yang akan mengantarkan kita kepada cita-cita jika kita benar-benar memahaminya dan rajin membacanya.

      “aku akan selalu berusaha belajar dan belajar walaupun itu secara online dan virtual. Yang penting ilmu yang kita dapatkan itu adalah keberkahan. Akan ku kejar cita-cita itu walaupun di masa pandemi ini. Walaupun tugas banyak dan bertumpuk setidaknya dikerjakan dengan bismillah.” Gumamku selalu.

“Aku berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan bertemu dengan ustadz dan ustadzah beserta teman-teman di madrasah”

Whatsapp
Tanya madrasah?
MAN 2 TANAH DATAR
Selamat datang di MAN 2 TANAH DATAR
ada yang bisa kami bantu??