KARYA TULIS GURU

RUANG BK RUANG LITERASI

Oleh : KASNIDA, S.Ag, M.Pd

Webinar XI Media Guru yang diadakan hari minggu, 13 september dalam rangka lounching buku Pejuang Literasi sebuah buku antologi yang ditulis oleh 123 pemenang, Diambil Temanya Pejuang Literasi bertepan dengan bulan agustus sebagai hari perjuangan bangsa Indonesia, sehingga Media guru pengen membangkitkan gairah para guru menulis sekaligus melihat bagaimana perjuang literasi berkiprah yang dituangkan dalam tulisan, Alhamdulillah akupun terpilih di dalamnya sebagai salah satu penulis dari 123 pemenang tersebut.

Nara sumber kedua yang ditampilkan pada webinar XI ini diadakan melalui zoom bagi para pemenang dan you tube bagi peserta umum, kali kedua ini moderator Sri Subekti menampilkan seorang guru BK yang telah berhasil menata ruangan BK menjadi ruangan yang menyenangkan bagi siswa, beliau adalah Ade Kurniawati, S.Pd, Kons guru SMAN 5 Sijunjung Sumatera Barat dengan karyanya yang berjudul Merajut Literasi Di Ruang BK.

Ruangan BK selama ini hanya sebagai pelarian dan tempat singgahnya para siswa yang bermasalah, Dari berbagai permasalahan siswa tersebut, tidaklah semua mereka mampu mengungkapkan isi hatinya sama guru BK, sehingga mereka melarikan diri untuk main game, dan ada juga siswa yang miss persepsi merasa diasingkan oleh teman teman dan keluarga sehingga mereka curhat lewat tulisan yang begitu gambling, Hal ini menjadi peluang besar bagi seorang pencinta literasi untuk merubah BK sebagai layanan lewat tulisan,.

Menjadikan BK sebagai ruangan yang mengasyikkan, menyenangkan dengan menerima curhat anak melalui tulisan, sudah tentu cara pemecahan masalahnya dibantu dengan penyediaan buku buku insiparsi dan motivasi. Siswa diminta membaca buku buku tersebut terlebih dahulu, kemudian menghubungkan dengan permasalahan yang sedang dihadapinya, sehingga siswa bisa menyelesaikan dan menjawab setiap persoalannya dan kemudian dikembangkan menjadi bimbingan kelompok, yang menghendaki anak untuk saling tukar pikiran dari masalah yang ada dan cara penyelesaiannya.

Membaca buku tidak mesti di ruangan BK, mereka diberi peluang untuk membaca dimana saja, yang penting mereka merasa nyaman, apakah buku tersebut di baca dalam ruangan BK, dibawa ke luar maupun di bawa pulang, kebebasan yang diberikan ini membuat siswa semakin jatuh cinta dengan buku,

Usaha yang dilakukan oleh Seorang Ade yang bertindak jadi dokter BK di SMAN 5 Sijunjung ini membuahkan hasil

  1. Kemampuan literasi siswa bertambah sehingga siswa yang literasi tidak mudah terbawa arus apalagi berita Hoax,
  2. Siswa bisa menyampaikan gagasan yang menarik, tentu dengan menulis dan membaca, tidak terasa apa yang ada dalam dirinya, akan terungkap begitu saja, sehingga menarik bagi kawan kawannya
  3. Siswa bisa menyampaikan isi buku
  4. Siswa dapat membukukan tulisannya

Dampak positif dari ide yang digagas oleh seorang BK yang literat ini menjadikan pertama membaca sebagai budaya bagi siswa, mereka tidak merasakan membaca sebagai beban bahkan mind set mereka sudah berubah bahwa membaca sudah menjadi kebutuhan yang menyenagkan. Kedua siswa bisa berfikir positif dalam menilai setiap permasalahan yang ada, sehingga mereka bisa memadukan akal dan perasaannya untuk menilai positif dari setiap permasalahan yang ada, ketiga kemampuan menulis siswa tersebut melahirkan sebuah buku antologi tentang “Sumbang Duo Baleh’ segera akan diterbitkan, keempat Gerakan literasi Sekolah (GLS) berkembang dengan pesat.

Akhirnya Ade menutup pembicaraannya dengan sebuah ungkapan “Menjadikan tauladan butuh pengorbanan penuh agar bisa mewujudkan pejuang literasi sejati”.

Kita berharap perjuangan guru BK ini bisa mengalir ke setiap layanan BK yang ada di sekolah dan madrasah, Menjadikan BK betul betul tempat yang dirindukan oleh setiap siswa.

Untuk lebih jelasnya uraian dari usaha bu Ade Kurniawati dalam merajut literasi dalam ruang BK silahkan saksikan video di bawah ini

Batu Basa- Batusangkar, 17 September 2020

Post Comment